AKU BANGUN JEMBATAN
Saat bayiku menangis maka aku akan menggendongnya. Saat dia menarik rambutku, aku katakan jangan sambil menciumnya. Suatu hari kelak ia mungkin dia akan memecahkan gelas kesayanganku, tapi sekali lg aku akan katakan jangan dengan sedikit keras agar dia belajar. Saat dia menangis karnanya aku akan kembali menggendongnya & memeluk erat sambil berkata "ayah tidak marah".Aku sadari tugasku hanya tunjuk & ajarkan; semua pilihan adalah yg terbaik untuk anakku. Aku percaya serahkan dunia ditangannya kelak, sambil terus berdoa untuk perlindungannya.Jembatan yg kubangun tidaklah instan.., Aku tau aku harus lakukan dengan sabar mungkin puluhan tahun lamanya. Akupun harus bisa ikuti trend yg sedang in di zamannya kelak. Aku ingin saat bayiku dewasa kelak dia tidak sungkan memelukku (hal yg didapatkan mungkin hanya 1th 1x ketika Idul Fitri), menjadikanku temannya yg dia percaya untuk ceritakan hal2 kesehariannya.
PROFESIONAL
Aku akan menjadi seorang yg berbeda di luar dengan di dalam rumah. Di Luar aku harus jadi seorang yg ganas untuk membawa pulang hasil buruan sebanyak mungkin; Sementara di rumah aku adalah sifat yg manja, lembut, bahkan terkesan malas (sifat bantal).Yg kubagi hanyalah sedikit kisah perburuanku. Seiring berjalannya waktu, akupun akan ajarkan cara berburuku, sambil tetap berharap bayi dewasaku mampu berburu lebih baik dariku. Buruan pertamanya kelak adalah tangkapan berukuran sedang pemberianku yg dia tidak tau; lalu dengan lugunya ia banggakan padaku. Jawabanku cuma 1 yaitu senyum.
TEMBOK LUAR BUKAN DALAM
Dari keduanya semoga aku bisa membangun tembok luar yg kokoh untuk membentengi bayiku dari pengaruh luar yg buruk.., Dengan menjadi teman main seumurannya & tempatnya kembali untuk berbagi setidaknya mengurangi kekhawatiranku di masa remajanya, masa dimana emosi meluap-luap.Sementara itu hal yg paling kuhindari adalah berlaku profesional formil terhadap bayiku. Membuat perjanjian adalah sesuatu yg salah, meski mengajarinya untuk disiplin. Aku akan bertaruh untuk sesuatu yg kalah, untuk mengajarinya disiplin menepati janji dan tidak mencoba untuk sungguh2 menang.1 + 1= belum tentu 2, karenanya sistem reward sudah tidak berlaku dimana bila berbuat A maka hasilnya akan A. Aku khawatir justru itu jadi sebuah objek dagang untuk tawar-menawar. Usaha bayiku tidak akan terbayar lunas, karena melihatnya tumbuh kembang tidak akan tergantikan. Akupun tidak ingin kasih sayangku dibayar lunas oleh bayiku kelak, sebagai alasan dia untuk pergi dariku.Tembokku di luar bukan di dalam..., jembatan yg ku bangun adalah untuk bayiku menyebrang menemui sifat bantal sebagai tempatnya bersandar.
note:
Bila anda berpikir ini adalah poin untuk menjadi Ayah hebat maka anda salah.., ini adalah gambaran hebat seorang Ayah yg patut disadari anaknya; bahwasanya jalan seorang Ayah tidaklah mudah. Dengan keterbatasan & persoalan hidupnya, ia masih sempat mengkhawatirkan anaknya.Dengan jalan/cara masing2 (yg mungkin sulit dimengerti). Segala kelebihan & kekurangan Ayah adalah sesuatu yg dilihat anak pada punggung Ayahnya. AYAH TETAPLAH AYAH YG HEBAT, SEMENTARA ANAK ADALAH BAYI YG SELALU DIKHAWATIRKAN AYAHNYA. Karenanya Anak akan mudah meninggalkan Ayahnya, tapi akan sangat berat bagi Ayah untuk kehilangan anaknya.Ayah tidak akan menanyakan bayinya "sudah kuatkah berdiri?" tapi Ayah akan ajarkan cara berdiri & menjaga sekeliling bayinya dengan cara yg Ayah yakini benar.
Semoga Bermanfaat,
Tubagus Alvin H
Tidak ada komentar:
Posting Komentar