https://www.facebook.com/notes/tubagus-alvin-harandi/30-jam-catatan-seorang-teman/10150099219176060
Huft..., tampaknya semua akan berbeda, kurang dari 30 jam lg.
Banyak hal bisa datang dan pergi bergantian begitu cepat. Akupun sering ditinggalkan kawan, beberapa aku merasa berat. Semua akan lain sebentar lagi dan kadang bila bertemu kelak kita telah jadi orang yang berbeda. Yah mungkin seperti pribahasa "lain ladang, lain belalang" semua tergantung tempat kita berproses.
Seperti orang juga bilang bahwa "rumput tetangga lebih hijau" itu jelas alasan masuk akal untuk menyebrang. Tapi warna bukan hanya hijau kawan. Keceriaan kita di padang tandus, itulah oase di tengah haus. Ku rasa bukan hal buruk untuk sesekali menoleh ke belakang. Meski tanpa foto, tapi ingatan kita adalah alat dokumentasi terbaik pemberian TUHAN.
Mungkin kadang bercandaku mengesalkan, karnanya aku minta maaf. Bukan maksud untuk melukai, hanya saja karena aku merasa dekat dan nyaman, sehingga kadang aku tidak membatasi.
Gan, Cong, Plak, Splash, Walrus, CoW, Pale bau menyan, fruit child, dan segala kata lainnya (aku akan rindu itu). Aku yakin TUHAN akan gantikan tawa dengan tawa yang lebih indah, tapi itu semua tidak akan merubah bahwa itu bukan kamu kawan, seorang individu yang pernah terlintas di kehidupanku yang maha luas.
Ya semoga sukses lah disana, betah-betah, berkarya yg baik dan tekun di sana. Kalo jadi angin, jadi angin yang sejuk; kalo jadi air, jadi air yang jernih; kalo jadi api, jadi api yang hangat dan terang; kalo jadi tanah, jadi tanah yang subur.
Thx buat ketawa-tawanya yang udah ngisi 8 jam menjenuhkan,
Dari seorang kawan pencinta tawa
Dari seorang kawan yang malas bawa carger HP
Dari seorang kawan yg suka numpang nyolok
Hal paling menyedihkan adalah dalam 30 jam lagi aku harus bawa carger, kabel data, dan nyolok sendiri
(ditulis sambil dengerin "benci untuk mencinta"-NAIF dan "bukan cinta biasa"-SITI NURHALIZA)
Huft..., tampaknya semua akan berbeda, kurang dari 30 jam lg.
Banyak hal bisa datang dan pergi bergantian begitu cepat. Akupun sering ditinggalkan kawan, beberapa aku merasa berat. Semua akan lain sebentar lagi dan kadang bila bertemu kelak kita telah jadi orang yang berbeda. Yah mungkin seperti pribahasa "lain ladang, lain belalang" semua tergantung tempat kita berproses.
Seperti orang juga bilang bahwa "rumput tetangga lebih hijau" itu jelas alasan masuk akal untuk menyebrang. Tapi warna bukan hanya hijau kawan. Keceriaan kita di padang tandus, itulah oase di tengah haus. Ku rasa bukan hal buruk untuk sesekali menoleh ke belakang. Meski tanpa foto, tapi ingatan kita adalah alat dokumentasi terbaik pemberian TUHAN.
Mungkin kadang bercandaku mengesalkan, karnanya aku minta maaf. Bukan maksud untuk melukai, hanya saja karena aku merasa dekat dan nyaman, sehingga kadang aku tidak membatasi.
Gan, Cong, Plak, Splash, Walrus, CoW, Pale bau menyan, fruit child, dan segala kata lainnya (aku akan rindu itu). Aku yakin TUHAN akan gantikan tawa dengan tawa yang lebih indah, tapi itu semua tidak akan merubah bahwa itu bukan kamu kawan, seorang individu yang pernah terlintas di kehidupanku yang maha luas.
Ya semoga sukses lah disana, betah-betah, berkarya yg baik dan tekun di sana. Kalo jadi angin, jadi angin yang sejuk; kalo jadi air, jadi air yang jernih; kalo jadi api, jadi api yang hangat dan terang; kalo jadi tanah, jadi tanah yang subur.
Thx buat ketawa-tawanya yang udah ngisi 8 jam menjenuhkan,
Dari seorang kawan pencinta tawa
Dari seorang kawan yang malas bawa carger HP
Dari seorang kawan yg suka numpang nyolok
Hal paling menyedihkan adalah dalam 30 jam lagi aku harus bawa carger, kabel data, dan nyolok sendiri
(ditulis sambil dengerin "benci untuk mencinta"-NAIF dan "bukan cinta biasa"-SITI NURHALIZA)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar