Mengenai Saya

Foto saya
DKI Jakarta dan sekitarnya, Indonesia
Seorang yang masih jauh dari sempurna, yang terus belajar dan berusaha untuk jadi yang terbaik (setidaknya untuk seseorang yang mengenalku)

Rabu, September 18, 2013

PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN SUBANG; CONTOH KEMENANGAN DEMOKRASI

Baru saja usai Pemilihan Bupati Kabupaten Subang pada 8 September 2013 lalu. Dari 6 (enam) pasangan calon; calon no. Urut 4 (empat) yaitu pasangan Ojang Sohandi dan Imas Aryumningsih (Ojang-Imas) atau kini lebih populer di masyarakat Kabupaten Subang dengan sebutan pasangan OI memperoleh suara sangat signifikan dibanding kelima pasangan calon lainnya.

Dengan keunggulan yang begitu signifikan, maka hampir dapat dipastikan pasangan OI akan menahkodai Kabupaten Subang untuk 5 (lima) tahun kedepan. Namun demikian keunggulan ini tidak membuat pasangan OI besar kepala, semua ucapan selamat dan komentar ditanggapi dengan penuh kerendahan hati dan kalimat-kalimat syukur kepada Allah SWT. Seiring dengan perkembangan penghitungan suara yang makin mengerucut, pasangan lain yang merupakan kompetitor OI dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Subang-pun dengan penuh kebesaran hati turut mengucapkan selamat kepada pasangan OI.

Pesta Demokrasi Kabupaten Subang telah purna sebagai sebenar-benarnya pesta. Adapun riak kecil di arus bawah anggaplah buah kekayaan khasanah demokrasi negri ini. Status sebagai Kepala Daerah kini tidak lebih hanyalah sebuah simbol, karena semua calon telah tampil sebagai pemenang demokrasi dengan sikap kesatria, santun, dan berbudi telah ditunjukkan. Terlepas dari hasil yang diperoleh, semua pasangan calon telah menorehkan tinta emas dalam sejarah panjang kabupaten Subang yang akan selalu jadi kebanggaan seluruh masyarakat Kabupaten Subang sampai kapanpun.
Sungguh bagi saya pribadi merupakan waktu yang panjang mengikuti rentetan proses dari mulai begitu banyaknya kandidat, lalu mengerucut menjadi 6 (enam) pasangan calon, hingga tiba waktu pemilihan. Namun demikian semua ini terbayar sebagai proses pembelajaran demokrasi yang luar biasa; semua sikap, cara berkampanye, kerendahan hati, kesantunan, dan tanpa sedikitpun arogansi yang ditunjukkan seluruh pasangan calon dan diikuti oleh seluruh pendukungnya telah menempatkan demokrasi di tempat tertinggi sebagai pemenangnya.

Sungguh dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Subang secara keseluruhan telah menjadi secercah embun penyejuk dikala krisis politik negri ini. 12 (dua belas) putra terbaik Kabupaten Subang, didukung oleh berbagai elemen penyelenggara Pemilu, media, dan seluruh masyarakat Kabupaten Subang, telah menunjukkan bagaimana caranya berdemokrasi dengan menjunjung tinggi kesantunan dan etika politik, serta pada akhirnya mampu menempatkan demokrasi sebagai pemenang. Hal ini jelas telah menunjukkan bahwa sebagai sebuah Kabupaten, Kabupaten Subang punya kelas tersendiri yang pantas dijadikan contoh demokrasi, tidak saja untuk level sesama Kabupaten, tapi untuk seluruh Indonesia, bahkan dunia.

Sebuah amanah tidak hanya dipertanggungjawabkan pada pemberi amanah tapi yang terberat adalah pertanggungjawabannya kepada Allah SWT. Semoga kedepan dengan dukungan penuh seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Subang, pasangan pemimpin terpilih akan lebih mudah dalam menahkodai Kabupaten Subang menuju Kabupaten Subang yang jauh lebih maju kearah yang baik.

Sabtu, Juni 01, 2013

Dalam Batas

Aku terlalu lelah untuk percaya, bila akhirnya selalu aku yang tersakiti.
Harusnya orang seperti dia tidak bicara cinta, bila cintanya merengut airmata insan TUHAN lainnya
Pahamkah dia bahwa aku juga punya cinta dalam hidupku
Pahamkah dia bahwa malaikat kecilku menahan sabar juga untuknya
Aku sudah lelah, kami sudah lelah, kita semua sudah lelah pada ingkarmu
Bagiku semua tidak lebih bagai Iblis berwajah malaikat tersenyum

"TUHAN" teriakku penuhi ruang sempit ini
Apakah orang-orang jahat itu KAU yang ciptakan..? Untuk apa..?
Ataukah manusia jadi jahat hanya untuk bertahan hidup..?
Aku percaya KAU akan jawab doa ku
Bila tidak kau kabulkan, artinya KAU mintaku menunggu
Bila tidak kunjung tiba, artinya KAU gantikan dengan yang lebih baik
Bila tidak jua kudapatkan, Artinya KAU berikan gantinya tidak di bumi ini
Semoga aku tidak salah artikan ini

Salahkah hidup jadi orang baik..?
Bukankah kita punya sabar..?
Haruskah kita bersabar..?
Entahlah, aku hanya tidak punya alasan untuk jadi orang yang tidak baik

Kamis, Februari 28, 2013

Renungan Malam 01/03/2013

Mungkin aku sudah lupa cara berbahagia
Setiap hari tanpa kepastian di atas bumiku
Kau coba dan kau deru hingga jiwa ini terhempas dalam kelelahan
Namun tidak satu malampun aku berputus asa

Mungkin aku bisa tersenyum
Mungkin aku bisa tertawa
Meski kau tau semua itu dalam kesemuan

Aku yang rela berbagi rela dicoba dan dideru
Kuanggap itu cara untuk memantaskan diri dengan surgamu
Itu alasan mengapa aku bisa bertahan

Coba dan deru aku lebih kencangpun ta' mengapa
Tapi jangan kau coba dan deru diri mereka
Mereka yang aku inginkan untuk selalu tersenyum

Semoga langit esok lebih cerah dari langit satu tahun yang lalu
Aku akan tetap percaya hari itu datang meski ta' ku temukan matahari di esok hari
Aku percaya janjimu
Janji akan pelangi setelah hujan

catatan 211210 "Dear Cinta"


Pagi ini 2th lalu.., aku masih ingat saat kupandangi Istriku
Pagi ini 2th lalu.., aku masih ingat saat dia tersenyum untukku
Pagi ini 2th lalu.., aku masih ingat cara aku membalas senyumnya
Pagi ini 2th lalu.., aku masih ingat bahwa aku mengucap syukur dalam hati

dan....

Pagi inipun.., kupandangi Istriku
Pagi inipun.., aku melihat dia tersenyum untukku
Pagi inipun.., aku membalas senyumnya
Pagi inipun.., aku berucap syukur dalam hati


Oh TUHAN betapa indah hidup yang kau berikan

Jagalah kami juga malaikat kecil kami
Lindungi kami......
Berikan keberkahan.....
Berikan kemudahan hidup.....
Tanamkan rasa bersyukur yg mendalam...
Tanamkan rasa untuk ingat berbagi...

Terimaksihku untuk:
1. Seseorang yg telah memilihku dan percayakan hidupnya bersamaku
2. Malaikat kecil yg meneriakan kata "AYAH" di setiap pagi


Dan aku berharap..

Semoga setiap hari jadi hari yang baik
Semoga yg kita impikan jadi nyata


Taukah Kamu...

Mungkin aku sering terdiam
Tapi taukah bahwa aku sedang memikirkan masa depan
Mungkin aku suka menimpuk dengan bola plastik atau bantal
Tapi taukah kamu bahwa itu saat terbaik untuk berikan perhatian
Mungkin aku kadang tidak seperti yg diharapkan, itulah aku yg jauh dari sempurna.
Tapi taukah bahwa tiap hari aku berusaha tersenyum dengan berjuta masalahku.....
untukmu yg menungguku seharian


Aku bukan pria romantis yg bisa berkata manis memuji senyummu indah bagai rembulan. Tapi aku menghafalnya sejak pertama kali kita berkenalan
Aku bukan pria romantis yg membukakanmu pintu. Tapi biarkan aku yang memikul keluh kesahmu sepanjang hari dengan tetap tersenyum
Aku bukan pria romantis yg memberimu setangkai bunga. Karena bunga bisa layu, tapi tidak dengan cintaku
Aku bukan pria romantis yg berkata kamu separuh jiwaku. Karena aku berikan seluruhnya untuk hidup bersamamu


Sebenarnya tulisan di atas ini tidak perlu kamu baca, karena kamu sudah tau tentangku.
Yang ingin kukatakan hanya kalimat di bawah ini

"I LOVE YOU"

Minggu, Februari 24, 2013

Pemuda Dandelion


Waktu terus bergerak meninggalkan semua nostalgi
Dandelion tua mulai terkelupas kulitnya dan mati
Pagi ini tunas-tunas muda dandelion bersemi menatap dunia
Meretas makna bagaimana hidup

Langit mendung pagi ini jadi saksi
Saksi dari para Dandelion muda pemberani
Satu per satu terbang tinggi ke langit dan berdansa dengan angin
Hingga lelah menemukan tempat berpijak

Tunas muda jadi rumput kecil di halaman
Akar lemahnya menggeliat menggenggam bumi
Pucuknya bermimpi menyentuh langit
Belajar percaya hari esok akan indah

Sebagian terinjak dan mati
Dan si kuat mampu kembali bangkit meski terinjak
Yang sial adalah yang tercabut lalu mati
Namun sebagian hidup mudah tanpa tersentuh

Bukan waktu untuk pertanyakan keadilan TUHAN
Cukup yakini bahwa dia adil dan penyayang
Bukan waktu untuk ratapi keadaan
Cukup sukuri apa yang dimiliki

Dandelion muda percaya angin kencang datang untuk membelai
Dandelion muda percaya hujan deras datang untuk menyejukkan
Dandelion muda percaya terik mentari akan mendewasakan
"Akulah dandelion muda yang siap terbang tinggi ke langit, berdansa dengan angin meretas makna hidup untuk hari esok yang indah"

Senin, Februari 11, 2013

Subang 11/02/2013

Pagi ini seorang teman baruku menyapa, dia kembali memperkenalkan diri agar aku mudah mengingatnya. Sepertinya dia sadar bahwa tidak mudah mengingat banyak hal dengan singkat, karenanya dia tanpa ragu menyapaku, membantuku agar semakin mudah mengingatnya.
Teman baruku mengajakku berkunjung ke tempatnya, namun berat hati aku tidak bisa penuhi ajakannya hari ini dan kujanjikan di lain waktu yang akan kutepati sebagai bukti akupun senang berteman dengannya.
Aku yakin dia tidak mengira bertemu aku pagi ini. Entah bagaimana dia bawakan ikan goreng sebagai buah tangan untuk aku teman barunya ini. Ikan yang cukup banyak dan lezat dan semakin lezat karena itu pemberian tulus seorang teman baru.

TUHAN berkahilah teman baruku, peliharalah persaudaraan kami, dan sampaikan padanya aku ingin jadi sahabatnya yang jauh lebih dari sekedar teman

Subang 11 Februari 2013

Kamis, Januari 24, 2013

latihan kembali menulis 1:PRIBADI YANG HILANG

Hai aku yang satu lagi..., kamu dimana...? Aku mau minta maaf jika selama ini aku melalaikanmu. Aku ingin bernostalgi denganmu. Dengan bahasamu yang sederhana yang berkisah soal pigura besar yang indah yang kau sebut kehidupan.
Kenapa kamu tidak muncul menemuiku malam ini..? Apakah seburuk itukah sikapku kini hingga engkau enggan menemuiku..? Aku mau minta maaf dengan sungguh-sungguh. Aku benar-benar melalaikanmu, tapi aku bukan orang jahat.
Oke..., bila hari ini kamu belum mau menemuiku, maka aku akan menunggu hingga saatnya tiba..!!! Aku yakin kamu pasti kembali. Aku akan mencarimu sekuat jiwa ini dan aku yakin akan menemukanmu. Seandainya aku kelelahan mencarimu, kamu tau dimana tempat kamu akan menemukanku. Mungkin aku akan istirahat sejenak, tapi aku akan terus mencarimu.

Aku yakin akan menemukanmu, sebab kamu tidak menghilang.
Aku yang hilang darimu

catatan 08102009 "Salam dari Harandi"


Pantaskah semua..?
Ada yang datang dan ada yang pergi
Meski sempat hidup di 1 waktu namun tidak jua bersua

Ini jalanmu yang insanmu tidak tau maksudnya

Ia telah tiada
Seseorang yang memanggilku Harandi
Seseorang yang menginggat Harandi meski memory lainnya hilang

Harusnya bahagia ku
Bahagia kita
Juga bahagianya atas sebuah kelahiran

Harusnya senyum itu jadi tawa
Tapi jadi pilu
Pilu hati ini bagai ditikam jutaan sembilu
Pedih, pedih, pedih
Pedih hati ini TUHAN

Menangis meraung hanya membuat semua jadi sulit
Bekerja 1000 tahun pun waktu tidak bisa dibeli
Masing-masing hanya simpan sesal di hati saat semua telah lewat

Aku pun bukan orang kuat tanpa tabah darimu
Mungkin aku tidak lebih baik dari orang-orang yang jatuh
Aku rapuh saat sepi merasuk dan hanya mendustakannya dibalik senyum

Kini aku tak tau rasa
Semua jadi tercampur
Hal indah justru sesakkan dadaku

Sungguhnya diri ini tidak nyaman TUHAN
Tidak enak makan, minum, dan bekerja
Enak kurung diri di kamar dan sembunyi dibalik bantal tutupi mata yang memerah

Sungguh kecil diri ini TUHAN
Manusia yang tanpa daya
Yang KAU buat menyerah atas ketentuanMU

Kini 1 orang yang kusayang kembali kau minta
Langit mendung jadi saksinya kali ini pun menangis
Tes, tes, tes
Tanpa rasa hujan basahi pipi

Semoga saja apa yang kau ambil bukan karna kami lalai menjaganya
Karena kami sering lalai lihat tandamu

Terima kasih TUHAN atas hidup yang diberikan
Titipan-titipan indah yang bisa KAU memintanya kapanpun meski kami sangat mencintainya
Karna semua ini memang milikMU yang aku hanya bisa pasrah atasMU

Bila boleh berganti aku yang menitip
Aku titip dia di tempat terbaikMU yang indah
Salamkan dari Harandi

Rabu, Januari 23, 2013

Aku Kembali

Terlupakan bahwa aku suka menulis dan aku telah naifkan blog ini. Hari ini tangan Tuhan gerakkan aku untuk melihat sesuatu yang kuanggap usang.. Aku pikir hanya rayuan untuk kembali menulis, ternyata lebih dari itu. Bersyukur mata ini masih punya waktu melihatnya; tulisan-tulisan usang yang dibuat sesempatnya dikala senggang.
Saat aku tersadar, ternyata aku sudah bukan aku; aku jadi aku yang beda dengan segala keegoisanku yang menistakan syukur dan selalu berlari mengejar bumi. Aku tidak gengsi untuk tuliskan bahwa aku menangis karena ini.

"Tuhan aku ingin jadi aku yang dulu; yang menurutku jauh lebih sederhana dan lebih bisa bersyukur dengan menuliskan apa-apa yang aku maknai dalam hidup ini, yang ilmunya dapat kubagi dan insyaAllah bermanfaat bagi orang lain."
"Tuhan..!! bisakah aku kembali dengan tulisan yang menurut orang lain membumi..?"

Yang pasti aku berterima kasih bahwa aku sudah diingatkan.
Aku ingin menulis seperti dulu, lebih rajin seperti sebelum blog inipun ada
Meski aku tidak bisa berjanji untuk tulisan itu, tapi aku berikhtiar bahwa AKU KEMBALI