Baru saja usai Pemilihan Bupati Kabupaten Subang pada 8 September 2013 lalu. Dari 6 (enam) pasangan calon; calon no. Urut 4 (empat) yaitu pasangan Ojang Sohandi dan Imas Aryumningsih (Ojang-Imas) atau kini lebih populer di masyarakat Kabupaten Subang dengan sebutan pasangan OI memperoleh suara sangat signifikan dibanding kelima pasangan calon lainnya.
Dengan keunggulan yang begitu signifikan, maka hampir dapat dipastikan pasangan OI akan menahkodai Kabupaten Subang untuk 5 (lima) tahun kedepan. Namun demikian keunggulan ini tidak membuat pasangan OI besar kepala, semua ucapan selamat dan komentar ditanggapi dengan penuh kerendahan hati dan kalimat-kalimat syukur kepada Allah SWT. Seiring dengan perkembangan penghitungan suara yang makin mengerucut, pasangan lain yang merupakan kompetitor OI dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Subang-pun dengan penuh kebesaran hati turut mengucapkan selamat kepada pasangan OI.
Pesta Demokrasi Kabupaten Subang telah purna sebagai sebenar-benarnya pesta. Adapun riak kecil di arus bawah anggaplah buah kekayaan khasanah demokrasi negri ini. Status sebagai Kepala Daerah kini tidak lebih hanyalah sebuah simbol, karena semua calon telah tampil sebagai pemenang demokrasi dengan sikap kesatria, santun, dan berbudi telah ditunjukkan. Terlepas dari hasil yang diperoleh, semua pasangan calon telah menorehkan tinta emas dalam sejarah panjang kabupaten Subang yang akan selalu jadi kebanggaan seluruh masyarakat Kabupaten Subang sampai kapanpun.
Sungguh bagi saya pribadi merupakan waktu yang panjang mengikuti rentetan proses dari mulai begitu banyaknya kandidat, lalu mengerucut menjadi 6 (enam) pasangan calon, hingga tiba waktu pemilihan. Namun demikian semua ini terbayar sebagai proses pembelajaran demokrasi yang luar biasa; semua sikap, cara berkampanye, kerendahan hati, kesantunan, dan tanpa sedikitpun arogansi yang ditunjukkan seluruh pasangan calon dan diikuti oleh seluruh pendukungnya telah menempatkan demokrasi di tempat tertinggi sebagai pemenangnya.
Sungguh dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Subang secara keseluruhan telah menjadi secercah embun penyejuk dikala krisis politik negri ini. 12 (dua belas) putra terbaik Kabupaten Subang, didukung oleh berbagai elemen penyelenggara Pemilu, media, dan seluruh masyarakat Kabupaten Subang, telah menunjukkan bagaimana caranya berdemokrasi dengan menjunjung tinggi kesantunan dan etika politik, serta pada akhirnya mampu menempatkan demokrasi sebagai pemenang. Hal ini jelas telah menunjukkan bahwa sebagai sebuah Kabupaten, Kabupaten Subang punya kelas tersendiri yang pantas dijadikan contoh demokrasi, tidak saja untuk level sesama Kabupaten, tapi untuk seluruh Indonesia, bahkan dunia.
Sebuah amanah tidak hanya dipertanggungjawabkan pada pemberi amanah tapi yang terberat adalah pertanggungjawabannya kepada Allah SWT. Semoga kedepan dengan dukungan penuh seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Subang, pasangan pemimpin terpilih akan lebih mudah dalam menahkodai Kabupaten Subang menuju Kabupaten Subang yang jauh lebih maju kearah yang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar