Mengenai Saya
- Tubagus Alvin Harandi
- DKI Jakarta dan sekitarnya, Indonesia
- Seorang yang masih jauh dari sempurna, yang terus belajar dan berusaha untuk jadi yang terbaik (setidaknya untuk seseorang yang mengenalku)
Minggu, Februari 24, 2013
Pemuda Dandelion
Waktu terus bergerak meninggalkan semua nostalgi
Dandelion tua mulai terkelupas kulitnya dan mati
Pagi ini tunas-tunas muda dandelion bersemi menatap dunia
Meretas makna bagaimana hidup
Langit mendung pagi ini jadi saksi
Saksi dari para Dandelion muda pemberani
Satu per satu terbang tinggi ke langit dan berdansa dengan angin
Hingga lelah menemukan tempat berpijak
Tunas muda jadi rumput kecil di halaman
Akar lemahnya menggeliat menggenggam bumi
Pucuknya bermimpi menyentuh langit
Belajar percaya hari esok akan indah
Sebagian terinjak dan mati
Dan si kuat mampu kembali bangkit meski terinjak
Yang sial adalah yang tercabut lalu mati
Namun sebagian hidup mudah tanpa tersentuh
Bukan waktu untuk pertanyakan keadilan TUHAN
Cukup yakini bahwa dia adil dan penyayang
Bukan waktu untuk ratapi keadaan
Cukup sukuri apa yang dimiliki
Dandelion muda percaya angin kencang datang untuk membelai
Dandelion muda percaya hujan deras datang untuk menyejukkan
Dandelion muda percaya terik mentari akan mendewasakan
"Akulah dandelion muda yang siap terbang tinggi ke langit, berdansa dengan angin meretas makna hidup untuk hari esok yang indah"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar